kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pemerintah bantah kirim utusan temui Donald Trump


Senin, 07 September 2015 / 20:41 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah membantah telah mengirim utusan khusus untuk bertemu calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump. Sebelumnya, dikabarkan utusan khusus pemerintah masalah garis pantai Edy Pratomo juga disebut bertemu Trump.

Pertemuan ini muncul ke permukaan setelah beredar kabar pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hadir dalam acara deklarasi Donald. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, keberadaan Edy bersama Trump di AS bukan dalam statusnya sebagai utusan pemerintah.

"Edy ke sana (AS) atas inisiatif pribadi, urusan pribadi," ujar Pramono, Senin (7/9) di Istana Negara, Jakarta.

Pramono mengakui, ada pengajuan anggaran perjalanan dari Edy untuk pergi ke AS. Namun, pihaknya belum menyetujui permohonan tersebut. Sehingga Ia memastikan kepergiannya bukan mengatasnamakan negara, karena bukan memakai anggaran pemerintah.

Selebihnya, Pramono enggan mengomentari keberadaan para pimpinan DPR di sana. Ia juga membantah ada pembicaraan investasi dengan Trump. Namun demikian, Pramono tidak membantah kalau segala sesuatu yang terkait investasi menjadi domain pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×