kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pemerintah akan turunkan cukai rokok kretek


Senin, 09 Juni 2014 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. Progres proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) Tahap II yang digarap PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) di Sumatra Selatan.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menaikkan cukai sigaret kretek mesin (SKM). Di sisi lain, mereka justru akan menurunkan cukai untuk rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT).

Rencana ini, dilakukan untuk meningkatkan keinginan industri rokok untuk memproduksi sigaret kretek tangan dan mengurangi minat mereka untuk memproduksi sigaret kretek mesin.

MS HIdayat, Menteri Perindustrian khawatir kalau kenaikan cukai rokok jenis sigaret kretek mesin tidak segera dilakukan, industri rokok akan berbondong- bondong untuk mengalihkan kegiatan produksi mereka ke jenis rokok sigaret kretek mesin.

Hidayat mengatakan, kekhawatiran ini didasarkannya pada biaya produksi rokok SKT yang semakin hari semakin tinggi. "Sigaret Kretek Tangan ini menyerap banyak tenaga kerja, perlu dilindungi, makanya kami akan segera bicarakan dengan Badan Kebijakan Fiskal agar kenaikan bisa segera dilakukan," kata Hidayat, Senin (9/6).

Sementara itu Azman Azam Natawijaya, Wakil Ketua Komisi VI DPR mengatakan, kenaikan cukai rokok SKM mutlak dilaksanakan. Azman bilang, selain bisa melindungi keberadaan SKT, kenaikan cukai tersebut juga bisa digunakan untuk melindungi warisan leluhur.

"Kretek ini seperti cerutu di Kuba, ini warisan budaya, maka itu kenaikan cukai SKM dan penurunan cukai SKT mutlak diperlukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×