kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.846   44,00   0,26%
  • IDX 8.246   -45,15   -0,54%
  • KOMPAS100 1.164   -8,12   -0,69%
  • LQ45 836   -5,61   -0,67%
  • ISSI 295   -0,98   -0,33%
  • IDX30 435   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 520   -0,42   -0,08%
  • IDX80 130   -0,74   -0,56%
  • IDXV30 143   0,66   0,46%
  • IDXQ30 140   -0,38   -0,27%

Pemerintah akan tebar insentif perpajakan ke sektor properti, ini kata MKPI


Rabu, 24 Februari 2021 / 21:11 WIB
Pemerintah akan tebar insentif perpajakan ke sektor properti, ini kata MKPI
ILUSTRASI. Pemerintah akan tebar insentif perpajakan ke sektor properti, ini kata MKPI


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Tak hanya berhenti di situ, peningkatan jumlah pembeli properti nantinya tak akan menumbuhkan pertumbuhan sektor properti saja, tetapi juga mendongkrak konsumsi rumah tangga, terutama kelas menengah atas, dan efek multipliernya besar kepada pertumbuhan ekonomi.

“Efek multipliernya besar. Ekonomi membaik, dan kalau melihat industri properti kan mencakup banyak bidang. Gak cuma developer saja, tapi banyak pabrik terkait,” tambah Jeffri.

Namun, Jeffri juga memberi catatan terkait pelonggaran syarat orang asing untuk bisa membeli properti di Indonesia. Menurutnya, masih ada yang harus dipertimbangkan dalam hal ini.

Ia mengimbau, lebih baik pemerintah menetapkan bukan batasan lokasi, tetapi batasan harga properti.

“Berapa minimal dipatok. Misalnya harus minimal harga sekian miliar rupiah. Jadi jangan sampai mereka tidak mengambi porsi untuk hunian masyarakat menengah ke bawah. Apartemen yang menengah atas,” tandasnya.

Selanjutnya: Pandemi corona dinilai memunculkan tren hunian baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×