kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pemerintah akan meningkatkan anggaran vokasi tahun 2020


Senin, 22 April 2019 / 15:56 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan meningkatkan anggaran vokasi Indonesia pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Hal itu sejalan dengan adanya sejumlah program yang direncanakan dalam peningkatan ketenagakerjaan. Antara lain adalah pemberian insentif bagi lulusan siap kerja dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Secara umum iya pasti akan ada kenaikan anggaran," ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri usai rapat APBN 2020 di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/4).

Kenaikan anggaran tersebut akan meningkatkan euforia pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM nantinya akan seperti pembangunan infrastruktur selama empat tahun terakhir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta penerapan APBN bisa terukur. Oleh karena itu, peningkatan anggaran akan menurunkan angka pengangguran. "Kalau Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dikisaran 5% sampai 5,3%," terang Hanif.

Sebelumnya terdapat program yang ditekankan pada sektor ketenagakerjaan. Hanif bilang tambahan program seperti kartu pra kerja nantinya akan dapat dijalankan dengan APBN 2020. "Secara fiskal, secara teknokrasi visible, sangat visible," jelas Hanif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×