kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Pemda diminta berinovasi menggaet swasta


Rabu, 29 November 2017 / 18:33 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah menggandeng pihak swasta dalam pembangunan lewat Public Private Partnership (PPP). Pusat pun siap membantu pemda agar bisa menggaet investor swasta.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengakui, Pemda sudah cukup berinisiatif menawarkan proyek ke swasta. Namun seringkali perencanaan tak matang.

"Jadi begitu bidding, tidak bagus atau menarik swasta tidak kredibel. Jadi proyek itu mulai dari awal," kata Sri Mulyani, Rabu (29/11).

Dia menyatakan, Pemda harus merencanakan lebih awal dan menyusun struktur lebih baik agar tak membuang waktu dan menarik investor andal.

"Sekarang Pemda dipaksa berpikir lebih kreatif dan kami mau bantu," jelas dia.

Pemerintah siap bantu Pemda mulai dari perencanaan awal hingga pelaksanaan maupun tata kelolanya. Kemkeu juga menyiapkan berbagai instrumen mulai dari project development fund, penjaminan, viability gap fund, dan avaibility payment.

"Kami beri jaminan project by project. Kemudian ditentukan kebutuhannya apa," imbuhnya.

Tapi dalam hal penjaminan, dia bilang pemerintah mempunyai rambu-rambu. Hal tersebut agar cakupan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara hati-hati dan berkesinambungan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan bilang ada beberapa kantong daerah yang belum tahu PPP. Kemkeu mendatangi daerah-daerah tersebut untuk sosialisasikan PPP.

Pihaknya memastikan, kendala yang dihadapi Pemda bisa dibantu pemerintah. Hal tersebut mencakup bantuan dalam pembangunan infrastruktur dasar di daerah.

"Kami menawarkan, pemerintah pusat menyiapkan anggaran yang cukup untuk persiapan proyek. Sehingga proyek tersebut bisa terangkat dari market," ujarnya.

Selain itu pihaknya tengah mengembangkan skema paying for money untuk proyek yang bisa dikaji melalui PPP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×