kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pembiayaan Utang RI Naik Jadi Rp 250 Triliun hingga Maret 2025, Ini Kata Sri Mulyani


Selasa, 08 April 2025 / 17:33 WIB
Pembiayaan Utang RI Naik Jadi Rp 250 Triliun hingga Maret 2025, Ini Kata Sri Mulyani
ILUSTRASI. Realisasi pembiayaan utang pemerintah sudah mencapai Rp 250 triliun hingga Maret 2025 atau mencapai 40,6% dari target APBN Rp 616,2 triliun.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, realisasi pembiayaan utang pemerintah sudah mencapai Rp 250 triliun hingga Maret 2025. Realisasi ini mencapai 40,6% dari target APBN sebesar Rp 616,2 triliun.

Adapun realisasi pembiayaan utang tersebut juga tercatat meningkat 34,3% bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 85,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, peningkatan utang ini karena pemerintah melakukan front loading, untuk mengantisipasi dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) yang dinilai akan menimbulkan banyak disrupsi.

Baca Juga: Minat Investor Kuat, Pemerintah Raih Rp 28 Triliun dalam Lelang SUN, Selasa (18/3)

“Jadi kalau kita melakukan front loading bukan karena kita tidak punya duit. Karena kita memang strategi dari penerbitan surat utang kita untuk mengantisipasi ketidakpastian yang pasti akan membuat kenaikan,” tutur Sri Mulyani dalam agenda Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, Selasa (8/4).

Dalam paparannya, realisasi pembiayaan utang tersebut terdiri dari penerbitan surat berharga negara (SBN) neto mencapai Rp 270,4 triliun, atau mencapai 34,8% dari pagu Rp 775,9 triliun. Realisasi penerbitan SBN ini meningkat bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 105,6 triliun.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Pemerintah Naik 5,3% Jadi US$ 204,8 Miliar per Januari 2025

Kemudian, dari pinjaman neto mencapai Rp 12,3 triliun atau 9,2% dari pagu Rp 133,3 triliun. serta, pembiayaan non utang mencapai Rp 20,4 triliun atau 12,8% dari pagu Rp 159,7 triliun.

“Jadi dalam hal ini kami ingin menyampaikan bahwa kita akan tetap menjaga APBN dan terutama utang dan juga defisit kita secara tetap prudent, transparan, hati-hati,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×