kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pelambatan ekonomi Tiongkok pengaruhi Indonesia


Rabu, 02 April 2014 / 12:04 WIB
Pelambatan ekonomi Tiongkok pengaruhi Indonesia
ILUSTRASI. Bursa Rabu (9/11) Akan Dimulai, Cek Prediksi IHSG & Saham Pilihan Hari Ini


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Deputy Country Director Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan, Indonesia harus mencermati kondisi ekonomi Tiongkok. ADB menilai ekspor manufaktur Indonesia yang membaik pada kuartal IV tahun 2013 diharapkan akan diteruskan pada tahun 2014 ini seiring dengan depresiasi rupiah. Namun, sejalan dengan perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu ini, maka volume ekspor Indonesia pun akan terpengaruh. 

"Pertumbuhan akan lebih flat. Negara yang penting dicatat adalah China (Tiongkok). Pertumbuhan ekonomi China akan melemah karena ada penurunan pertumbuhan kredit. Dengan demikian pertumbuhan ekspor kita akan tertahan," kata Edimon di Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Lebih lanjut, Edimon mengungkapkan, Tiongkok merupakan negara utama tujuan ekspor Indonesia, disusul Jepang. Selama Tiongkok menahan pertumbuhan ekonominya, maka ekspor Indonesia pun akan terus tertahan.

"Yang membuat pertumbuhan lemah adalah investasi, ini menurun kontribusinya. Kita perlu ekspor dan investasi lebih besar. Untuk saat ini yang paling penting adalah China, akan sedikit melemah," ungkapnya.

ADB memprediksi total ekspor Indonesia akan meningkat sebesar 4,5 persen pada tahun 2014 dan 6 persen pada tahun 2015 sejalan perbaikan ekonomi di AS, India, dan zona Eropa.

Depresiasi rupiah diakui ADB memang akan mengganggu kinerja impor. Meskipun demikian, impor diprediksi akan meningkat sebesar 3,4 persen tahun ini dan 4,2 persen tahun 2015 mendatang. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×