kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pelaku pembakaran hutan diduga terlibat suap


Senin, 30 November 2015 / 18:50 WIB
Pelaku pembakaran hutan diduga terlibat suap


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menyelidiki pembakaran lahan yang belakangan terjadi. Kini KLHK bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki perusahaan yang diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pembakaran lahan.

"Kami sedang mengembangkan penegakan hukum dengan pendekatan multi door," kata Muhammad Yunus, Direktur Penegakan Hukum Pidana Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi LIngkungan Hidup dan Kehutanan pada KONTAN, Senin (30/11).

Namun, Yunus enggan menyebutkan nama-nama perusahaan yang sedang dalam penyelidikan.

Ketua PPATK Muhammad Yusuf mengaku, ada dugaan suap di tengah pembukaan lahan sawit di kawasan luar Pulau Jawa. Saat ini, status pemeriksaan masih tahap penyelidikan. "Penyelidikan kita tidak terikat pada waktu," tambahnya.

Yusuf mengaku, tidak menutup kemungkinan perusahaan yang sebelumnya dikenai sanksi oleh KLHK juga melakukan praktik suap.

Sebelumnya, untuk menuntaskan kasus pembakaran lahan KLHK telah memberikan sanksi pada 14 perusahaan yang melakukan perusakan lahan. selain itu, KLHK juga telah melayangkan gugatan perdata pada tiga perusahaan dengan kasus yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×