kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pekan ini, harga BBM ditentukan


Selasa, 22 Desember 2015 / 06:39 WIB
Pekan ini, harga BBM ditentukan


Reporter: Adinda Ade Mustami, Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah dan Pertamina akan menentukan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada pekan ini. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengungkapkan akan menggelar rapat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas penetapan harga BBM Januari 2016.

"Dibicarakan minggu-minggu ini," katanya, Senin (21/12).

Pertamina dan Kementerian ESDM akan melihat variabel harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam tiga bulan ke belakang untuk menentukan harga BBM di awal 2016. Dwi mengakui ada peluang penurunan harga BBM.

Tapi Dwi tak mau memastikan, rencana penurunan ini meliputi harga premium atau solar saja. Yang pasti, menurut Dwi, saat ini Pertamina sudah tidak mempermasalahkan kerugian perusahaan sebesar Rp 12 triliun akibat kebijakan yang tidak menaikkan harga BBM saat harga minyak mentah naik di kuartal I dan II 2015.

Pertamina memang sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Apalagi harga minyak dunia jenis WTI terus longsor hingga menjadi US$ 34,63 per barel di New York Mercantile Exchange pada Senin (21/12).

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga cenderung stabil. Penurunan harga BBM ini dinanti oleh pengusaha dan pelaku pasar karena dapat mendorong daya beli masyarakat dan ekonomi domestik.

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy bilang, jika harga minyak dunia bertahan di kisaran US$ 35-US$ 36 per barel dan rupiah relatif stabil di level Rp 14.000 per dollar AS, maka harga keekonomian premium ada di bawah Rp 7.300 per liter.

"Jika harga BBM turun maka ruang penurunan BI rate makin besar dan daya beli masyarakat meningkat," ujarnya, Senin (21/12). Hal yang sama juga diungkapkan Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radi.

Dia bilang dengan melihat perkembangan harga keekonomian pada saat ini, harga bahan bakar jenis premium seharusnya bisa turun Rp 500 per liter. Dengan harga jual premium saat ini sebesar Rp 7.400 per liter, saat ini premium seharusnya dijual Rp 6.900 per liter.

"Pemerintah tidak perlu memperhatikan keuangan Pertamina, karena hal itu akibat salah kelola," kata Fahmi. Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution tidak bisa menjanjikan penurunan harga BBM di awal tahun. Sebab belum ada pembahasan. "Saya tidak menjanjikan apa-apa. Tunggu saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×