kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Payah, Menteri Absen, DPR Tunda Bahas Ledakan Elpiji


Selasa, 20 Juli 2010 / 18:46 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Sungguh sangat tragis. Rencana DPR untuk membahas kasus ledakan tabug gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) harus tertunda hanya karena Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak hadir.

Padahal, pembahasan persoalan tersebut sangat diperlukan. Apalagi, sebenarnya, menteri sudah memberikan perwakilan ke jajarannya di ESDM, yakni Evita Herawati Legowo, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Selain itu sudah hadir juga pejabat-pejabat yang terkait, seperti Suhardi Alius Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Karen Agustiawan Direktur Utama Pertamina, dan para undangan dari Hiswana Migas serta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Di sisi lain, tidak hadirnya Darwin sebenarnya cukup beralasan. Ia sedang tidak enak badan setelah rapat seharian dengan Komisi VII Senin kemarin untuk membahas kenaikan tarif dasar listrik. “Saya sedang tidak enak badan, tapi saya sudah menyiapkan tim yang mumpuni,” kata Darwin dalam pesan singkatnya ke DPR, Selasa (20/7).

Hanya saja, anggota Komisi VI tidak bisa memaklumi hal tersebut. Alasannya, tanpa menteri, kebijakan tidak bisa diambil. “Kita tidak ingin rapat ini hanya menjadi sebuah cerita saja,” kata Setya W Yudha, anggota Komisi VII. Walhasil, rapat pun tertunda. Nantinya, DPR akan menganggendakan kembali rapat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×