kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Payah, Menteri Absen, DPR Tunda Bahas Ledakan Elpiji


Selasa, 20 Juli 2010 / 18:46 WIB
Payah, Menteri Absen, DPR Tunda Bahas Ledakan Elpiji


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Sungguh sangat tragis. Rencana DPR untuk membahas kasus ledakan tabug gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) harus tertunda hanya karena Darwin Zahedy Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak hadir.

Padahal, pembahasan persoalan tersebut sangat diperlukan. Apalagi, sebenarnya, menteri sudah memberikan perwakilan ke jajarannya di ESDM, yakni Evita Herawati Legowo, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Selain itu sudah hadir juga pejabat-pejabat yang terkait, seperti Suhardi Alius Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim, Karen Agustiawan Direktur Utama Pertamina, dan para undangan dari Hiswana Migas serta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Di sisi lain, tidak hadirnya Darwin sebenarnya cukup beralasan. Ia sedang tidak enak badan setelah rapat seharian dengan Komisi VII Senin kemarin untuk membahas kenaikan tarif dasar listrik. “Saya sedang tidak enak badan, tapi saya sudah menyiapkan tim yang mumpuni,” kata Darwin dalam pesan singkatnya ke DPR, Selasa (20/7).

Hanya saja, anggota Komisi VI tidak bisa memaklumi hal tersebut. Alasannya, tanpa menteri, kebijakan tidak bisa diambil. “Kita tidak ingin rapat ini hanya menjadi sebuah cerita saja,” kata Setya W Yudha, anggota Komisi VII. Walhasil, rapat pun tertunda. Nantinya, DPR akan menganggendakan kembali rapat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×