kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.745   11,00   0,06%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pasokan Pertalite berasal dari impor


Kamis, 23 Juli 2015 / 13:28 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Asal pasokan minyak untuk produk BBM baru Pertamina yaitu Pertalite mulai terkuak. Menteri Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa pasokan BBM RON 90 itu berasal dari luar negeri alias impor.

Sofyan juga memastikan impor minyak akan kembali meningkat sebagai konsekuensi dari penjualan Pertalite. "Ya ya pasti (impor minyak naik) karena itu kan blending. Pertalite itu campuran oktan lebih rendah ke tinggi," ujar Sofyan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Menurut dia, Pertalite merupakan bentuk diversifikasi produk BBM oleh Pertamina. Jika Premium memiliki RON rendah yaitu 88, Pertalite memiliki RON 90.

Sofyan mengakui Pertalite belum memenuhi standar emisi gas buang yang diadopsi Indonesia yaitu standar Euro 2. Namun, produk baru Pertamina itu merupakan langkah untuk memperbaiki emisi gas buang Premium.

"Standard Euro 2, sasarannya ke sana kalau refinery (kilang) kita baik. Semakin tinggi oktan, semakin bagus untuk lingkungan. Pertalite dalam rangka memperbaiki itu," kata Sofyan.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) berniat mulai memasarkan produk bahan bakar minyak (BBM) terbarunya, Pertalite, pada 103 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Inisiasi awal ini hanya sebatas tes pasar dengan kuota 824 ton Pertalite yang sudah disiapkan untuk memasok kebutuhan ke-103 SPBU yang ditunjuk. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×