kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasca lebaran, optimisme konsumen menurun


Senin, 06 Agustus 2018 / 18:55 WIB
ILUSTRASI. Kinerja bisnis ritel


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menunjukkan tren peningkatan beberapa bulan belakangan, keyakinan konsumen kembali menurun di Juli 2018. Hal tersebut terindikasi dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Dari hasil survei itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2018 turun 3,3 poin ke level 124,8. Melemahnya IKK terjadi pada hampir seluruh kelompok responden. Utamanya, pada responden dengan pengeluaran di atas 5 juta per bulan dan berusia 31-50 tahun.

Pelemahan IKK tersebut, dipengaruhi oleh penurunan pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) sebesar 5,8 poin ke level 115 dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) 0,7 poin ke level 134,7.

BI mencatat, pelemahan IKE terjadi karena penurunan pada seluruh komponen pembentuknya. Terutama, penurunan pada keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini dan pembelian barang tahan lama.

"Menurut persepsi konsumen, penurunan pembelian barang tahan lama terutama terjadi pada jenis barang elektronik seperti ponsel, televisi, komputer, dan lain-lain," bunyi laporan BI yang dikutip Kontan.co.id, Senin (6/8).

Sementara itu, pelemahan IEK disebabkan oleh penurunan ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha dan ketersediaan lapangan pekerjaan pada enam bulan ke depan. Sedangkan ekspektasi konsumen terhadap penghasilan meningkat yang dipengaruhi oleh ekspektasi peningkatan upah di awal 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×