Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.626
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS660.000 0,61%

Para tergugat tidak hadir sidang perdana gugatan kasus pelecehan seksual JIS

Kamis, 11 Oktober 2018 / 17:15 WIB

Para tergugat tidak hadir sidang perdana gugatan kasus pelecehan seksual JIS
ILUSTRASI. Ilustrasi Simbol Hukum dan Keadilan
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sidang perdana gugatan perdata yang dilayangkan oleh orang tua MAK korban pelecehan seksual di lingkungan Jakarta International School yang sekarang berubah nama menjadi Jakarta Intercultural School (JIS) dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan digelar, Kamis (11/10) ini.

Dalam sidang perdana dengan agenda pemeriksaan identitas hanya dihadiri pihak penggugat yang diwakilkan kuasa hukumnya Tommy Sihotang.


Sementara dari pihak tergugat hanya dihadiri oleh perwakilan PT. ISS Indonesia. Karena ketidakhadiran para tergugat dan belum lengkapnya berkas identitas maka hakim memutuskan menunda persidangan hingga 1 November mendatang.

“Sidang tidak bisa dilanjutkan, delegasi diberi waktu tiga minggu untuk melengkapi dokumen yang aslinya,” sebut Ketua Hakim pada persidangan tersebut.

Informasinya dalam gugatan nomor 704/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel tersebut Theresia Pipit Widowati, menggugat 10 pihak sekaligus. Terdiri dari dua orang mantan guru JIS Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong.

Kemudian lima orang petugas kebersihan JIS, Afrischa Setyani, Syahrial, Virgiawan Amin, Suparman, Agun Iskandar dan Zainal Abidin. Yayasan Jakarta Intercultural School (JIS), PT. ISS Indonesia selaku penyedia jasa alih daya petugas kebersihan di JIS, dan juga turut digugat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

Dalam gugatan tersebut pihak penggugat meminta ganti rugi senilai Rp 1,8 triliun. Dengan rincian kerugian material sekitar Rp 369 miliar dan immaterial senilai Rp 1,4 triliun.

Selain itu penggugat yang diwakili kuasa hukumnya juga menuntut Kemdikbud untuk menutup secara permanen JIS, serta tidak memberikan izin kepada yayasan tersebut untuk menyelenggarakan Sekolah Internasional Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.

“Meminta supaya Depdiknas mencabut izin JIS, buktinya kenapa disodomi, gila itu sekolah,” tuding Tommy Sihotang.

Reporter: Muhammad Afandi
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0035 || diagnostic_api_kanan = 0.0900 || diagnostic_web = 0.5257

Close [X]
×