kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Gugatan di PN Jakarta Selatan, babak baru kasus pelecehan seksual JIS


Rabu, 10 Oktober 2018 / 21:26 WIB

Gugatan di PN Jakarta Selatan, babak baru kasus pelecehan seksual JIS
ILUSTRASI. Ilustrasi Simbol Hukum dan Keadilan

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Orang tua MAK, korban kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum-oknum di Jakarta International School yang sekarang berubah nama menjadi Jakarta Intercultural School (JIS), mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Besok Kamis (11/9) dijadwalkan sidang pertama gugatan ini.

Dalam gugatan nomor 704/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel tersebut Theresia Pipit Widowati menyeret 10 pihak sekaligus. Terdiri dari dua orang mantan guru JIS Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong.


Kemudian lima orang petugas kebersihan JIS, Afrischa Setyani, Syahrial, Virgiawan Amin, Suparman, Agun Iskandar dan Zainal Abidin.

Selain itu penggugat juga turut menggugat Yayasan Jakarta Intercultural School (JIS), PT. ISS Indonesia selaku penyedia jasa alih daya petugas kebersihan di JIS, dan juga turut digugat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

“Gugatan perbuatan melawan hukum atas adanya perbuatan dari pihak-pihak yang kita duga keras sudah melakukan kelalaian yang bertentangan dengan hak kami, dan bertentangan dengan kewajiban mereka dan ada kerugian material dan imaterial,” ujar Ibnu Setyo dari Tommy Sihotang & Partners selaku kuasa hukum penggugat saat dihubungi oleh Kontan, Rabu (10/10).

Dalam gugatan tersebut pihak penggugat meminta ganti rugi senilai Rp 1,8 triliun. “Biaya pengobatan, dari rumah sakit, psikologis terapi. Sampai usia 20 tahun. Kalau di rupiahkan Rp 1,8 triliun, material maupun immaterial,” tudingnya

Ibnu mengatakan bahwa berlandaskan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), merupakan bukti hukum yang tidak terbantahkan lagi atas terjadinya tindak pidana.

Pidana Pelecehan Seksual tersebut dilakukan oleh oknum dua orang guru JIS dan petugas- petugas kebersihan yang bertugas membersihkan pekarangan sekolah JIS.

“Suatu tindak pidana yang sudah diputus dapat dijadikan sebagai landasan untuk pengajuan gugatan perdata, jadi ini penuntutan hak saja, hak kami dilindungi oleh hukum,” ujar Ibnu.


Reporter: Muhammad Afandi
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0613 || diagnostic_web = 0.3059

Close [X]
×