kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.321   -33,00   -0,19%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Pandemic bond akan menggendutkan cadangan devisa jadi US$ 125 miliar


Kamis, 09 April 2020 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan konferensi pers melalui fasilitas live streaming di Jakarta, Selasa (7/4/2020).


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan cadangan devisa akan kembali menggendut di minggu depan. Jika saat ini, posisi cadangan devisa US$ sebesar 121 miliar maka minggu depan akan bertambah menjadi US$ 125 miliar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam live conference , Kamis (9/4) mengatakan, seperti keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani  bahwa pemerintah sudah menerbitkan pandemic bond sebesar US$ 4,3 miliar. “Ini akan menambah cadangan devisa,” ujar Perry.

Saat ini, obligasi pandemic  pertama dalam proses settlement. “Minggu depan akan masuk dan menambah cadangan devisa kita,” ujar Perry.

Masuknya pandemic bond itu akan kembali menggendut dan cukup untuk memehuni kebutuhan pembayaran utang dan kebutuhan ekspor dan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×