kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pandemi virus corona, IGI usulkan tahun ajaran baru digeser ke Januari 2021


Kamis, 04 Juni 2020 / 18:10 WIB
ILUSTRASI. IGI usulkan, tahun ajaran baru digeser ke Januari


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Anna Suci Perwitasari

Saat ini, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga dinilai belum berjalan dengan maksimal. Ada 60% guru belum menguasai kemampuan untuk menggunakan teknologi bagi pembelajaran jarak jauh.

Kemudian hanya 10% yang mampu melaksanakan PJJ dengan menyenangkan dan berkualitas, sedangkan 30% pengajar melakukan PJJ hanya belum tentu menyenangkan.

Baca Juga: Anies sebut kegiatan yang dilonggarkan di masa transisi bisa dihentikan kembali

"Usulan maksinal tahun ajaran baru digeser hingga Januari. Kemudian 6 bulan ini digunakan untuk ditingkatkan kompetensi guru dulu, ya dua sampai 3 tiga bulan pelatihan," imbuhnya.

Belum lagi, mayoritas guru saat ini akan masuk masa pensiun. Artinya, mereka juga masuk kategori usia rawan terpapar virus Covid-19.

"Jangan dipaksakan ini tidak ada alasan mendasar kenapa pendidikan harus didorong bersamaan dengan ekonomi untuk new normal. Kami pahami, ekonomi perlu didorong tapi kalau pendidikan tidak masalah belajar tahun depan," pungkas Ramli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×