kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

OECD Prediksi Inflasi RI Balik ke Target Sasaran Pada 2023


Selasa, 27 September 2022 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. OECD memperkirakan inflasi Indonesia akan turun ke 3,94% secara tahunan. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis energi dan pangan menyulut inflasi negara-negara di dunia pada tahun 2022. Namun, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meyakini, langkah pengetatan suku bunga acuan dari bank-bank sentral akan berhasil meredam inflasi. 

Hal ini juga berlaku di Indonesia. Dalam OECD Economic Outlook edisi September 2022, lembaga tersebut memperkirakan, inflasi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 4,14% secara tahunan, atau melampaui batas atas target Bank Indonesia (BI) yang sebesar 4% secara tahunan. 

Namun, pada tahun 2023, OECD memperkirakan inflasi Indonesia akan turun ke 3,94% secara tahunan, atau sudah kembali berada di kisaran sasaran BI di kisaran 2%-4%.

Baca Juga: Ketidakpastian Berlanjut, OECD Proyeksi Ekonomi Global di 2023 Hanya Tumbuh 2,2%

Dengan pengetatan kebijakan moneter bank sentral yang sudah dilakukan, dampaknya akan mulai terlihat. Inflasi inti diperkirakan akan menurun di kuartal IV-2022 dan di sepanjang tahun 2023 di hampir seluruh negara G20, termasuk Indonesia. 

Hanya saja, OECD mengingatkan, masih ada sejumlah negara yang masih mungkin mencatatkan inflasi yang tinggi pada tahun 2023, seperti Argentina dengan tingkat inflasi 83% secara tahunan serta Turki mencapai 40,83% secara tahunan. 

Ini memang lebih rendah dari perkiraan inflasi di sepanjang tahun 2022 negara tersebut yang masing-masing sebesar 92% secara tahunan dan 71,03% secara tahunan. Namun, masih relatif tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×