kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Neraca dagang Desember surplus US$ 186,8 juta


Senin, 02 Februari 2015 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Desember 2014 terjadi surplus neraca dagang sebesar US$ 186,8 juta. Total neraca perdagangan Januari-Desember 2014 tercatat defisit US$ 1,89 miliar.

Kepala BPS Suryamin mengatakan neraca migas pada bulan Desember tercatat defisit US$ 1,04 miliar. Defisit hasil minyak menjadi penyebab defisit migas terbesar yaitu sebesar US$ 1,99 miliar. Sementara untuk neraca non migas masih mencatat surplus sebesar US$ 1,22 miliar.

"Defisit tahun 2014 secara akumulasi turun tajam dibanding defisit pada Januari-Desember 2013 yang sebesar US$ 4,08 miliar," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, ekspor pada bulan Desember 2014 tercatat US$ 14,62 miliar atau naik 7,38% dibanding November 2014.  Baik ekspor migas dan non migas masing-masing tercatat naik 11,7% menjadi US$ 2,35 miliar dan naik 6,59% menjadi US$ 12,27 miliar.

Apabila dibanding Desember tahun 2013, nilai ekspor US$ 14,62 miliar turun 13,83%. Secara total sepanjang tahun 2014 tercatat kinerja ekspor Indonesia sebesar US$ 176,29 miliar.

Sementara itu, untuk impor terjadi kenaikan 2,8% menjadi US$ 14,43 miliar bila dibanding November 2014. Impor yang naik ini diakibatkan impor non migas yang naik dari US$ 10,57 miliar pada bulan November menjadi US$ 11,05 miliar pada bulan Desember Sedangkan untuk impor migas sendiri turun dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 3,39 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×