kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Indonesia Kembali Siap Ekspor Beras, Mentan Sebut Ada Permintaan dari Negara Lain


Senin, 19 Oktober 2026 / 17:30 WIB
Indonesia Kembali Siap Ekspor Beras, Mentan Sebut Ada Permintaan dari Negara Lain
ILUSTRASI. Mentan Amran menyebut Indonesia kembali berpeluang mengekspor beras seiring peningkatan stok CBP dan adanya permintaan dari negara lain. (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia berpeluang kembali mengekspor beras ke pasar internasional seiring meningkatnya stok cadangan beras pemerintah (CBP). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pemerintah telah menerima permintaan beras dari salah satu negara.

Amran menyampaikan bahwa permintaan tersebut telah disampaikan secara langsung melalui sambungan telepon. Namun, ia belum mengungkapkan identitas negara yang meminta pasokan beras dari Indonesia.

"Ekspor (beras) ada lagi, permintaan ekspor ke salah satu negaa, tunggu saja. Kemarin sudah telepon salah satu negara meminta beras " kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: CORE: Masalah Likuiditas Pemda Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sebelumnya, Indonesia juga telah merealisasikan ekspor beras ke sejumlah negara. Meski demikian, Amran belum merinci daftar negara tujuan ekspor yang telah menerima pasokan beras Indonesia.

Berdasarkan catatan Kontan, Indonesia mengekspor sebanyak 1.000 ton beras ke Malaysia pada Agustus 2026. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji.

Amran menilai realisasi ekspor beras tersebut menjadi bagian dari capaian sektor pertanian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain ekspor beras, Amran menyoroti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP nasional pada September 2026 tercatat sebesar 131,11, meningkat 8,62% sejak Prabowo mulai menjabat pada awal pemerintahannya.

Baca Juga: BI-Rate Diprediksi Tetap 5,75% pada Oktober 2026, Peluang Kenaikan Masih Terbuka

Amran mengklaim angka tersebut merupakan capaian NTP tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Kita lihat dari NTP itu 131 sekarang, tertinggi sepanjang sejarah," jelas Amran.

Menurut Amran, peningkatan NTP turut didukung kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20%. Di sisi lain, pemerintah juga menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram.

Ia menilai kombinasi kebijakan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

"Sehingga kesejahteraan petani peningkat, itu otomatis. Ekspor kita 2025 juta juga naik Rp 166 triliun impor turun Rp 41 triliun," tegas Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×