kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Muhammadiyah minta reformasi penanganan terorisme


Jumat, 01 April 2016 / 18:15 WIB
Muhammadiyah minta reformasi penanganan terorisme


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pengurus Pusat Muhammadiyah meminta kepada pemerintah untuk mereformasi pola penanganan radikalisme dan terorisme di dalam negeri. Reformasi ini, mereka khusus minta dilakukan terhadap pola pencegahan dan penanganan teroris di Densus 88 dan kepolisian.

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan, reformasi tersebut perlu untuk mengontrol agar upaya pencegahan dan penanganan aksi teror tidak kebablasan. "Karena kalau dibiarkan dan misalnya tindakan kurang seksama terjadi itu berbahaya," katanya di Kantor Presiden Jumat (1/4).

Bukan hanya meminta pemerintah untuk mereformasi pola pencegahan dan penanganan aksi teror, Muhammadiyah kata Haedar juga meminta kepada kepolisian dan Densus 88 untuk terbuka. "Informasikan prosedur, dasar hukum dan kalau ada kekeliruan prosedur akui itu dan lakukan perbaikan," katanya.

Kinerja Densus 88 dan kepolisian dalam mencegah dan menangani aksi teror kembali menjadi sorotan. Sorotan muncul terkait tewasnya Siyono, warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang mereka duga sebagai teroris

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×