kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.853   44,00   0,26%
  • IDX 8.123   -112,19   -1,36%
  • KOMPAS100 1.141   -15,15   -1,31%
  • LQ45 823   -11,48   -1,38%
  • ISSI 290   -2,94   -1,01%
  • IDX30 434   -5,95   -1,35%
  • IDXHIDIV20 522   -5,21   -0,99%
  • IDX80 128   -1,29   -1,00%
  • IDXV30 143   -0,50   -0,35%
  • IDXQ30 139   -2,20   -1,56%

Muhaimin klaim fokus jadi menteri


Rabu, 04 Juni 2014 / 12:29 WIB
Muhaimin klaim fokus jadi menteri
Muhamad Rifki Maulana, Asisten Manager Senior Bank Indonesia 


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian tenaga kerja dan transmigrasi disebut-sebut memiliki kinerja di bawah harapan Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY). Selain kemenakertrans, ada sembilan kementerian lain yang kena rapor merah.

Meski demikian, Menteri tenaga kerja dan transmigrai Muhaimin Iskandar mengatakan dirinya masih fokus menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara. bahkan ia memilih melaksanakan tugasnya sebagai menteri, ketimbang aktifitas di partai politik. "Saya tetap konsentrasi sebagai menteri. menteri ini kan tugas, politik itu hobi," katanya, Rabu (4/6).

Namun demikian, Muhaimin tidak memungkiri dirinya memang tengah sibuk dengan kegiatan politik. Ia berdalih, kalau ada kesempatan Ia akan mengajukan cuti untuk beraktifitas dalam kegiatan politik. Meski demikian, kalau tidak dibutuhkan dirinya tidak akan mengambil cuti.

Muhaimin bilang, aktifitas politik memang selalu diekspose. Berbeda dengan kegiatannya, ketika bekerja sebagai menteri yang jarang di ekspose.

Sebelumnya, Menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat (Menkokesra) Agung Laksono, selain kemenakertrans, yang berkinerja buruk juga disematkan kepada kementerian agama (kemenag), dan kementerian perumahan rakyat (kemenpera).

Bahkan, dalam sambutan sidang kabinet paripurna hari ini, SBY mengatakan ada 10 menteri yang kinerjanya tak sesuai harapan. Selain karena tidak bisa menjalankan tugasnya sesuai instruksi dan rencana, sebagian menteri juga sering tidak mengikuti kegiatan kementerian karena aktifitas politik.

Penilaian itu dilakukan berdasarkan kinerja yang dinilai oleh SBY sendiri, wakil presiden Boediono, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, dan laporan dari setiap Menteri Koordinator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×