kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Minat Siswa Pelajari STEM Turun, BI Usulkan Insentif untuk Dorong Talenta Teknologi


Jumat, 25 September 2026 / 15:32 WIB
Minat Siswa Pelajari STEM Turun, BI Usulkan Insentif untuk Dorong Talenta Teknologi
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia (BI) mendorong pemerintah dan regulator menyiapkan insentif untuk meningkatkan minat generasi muda ?pada STEM. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong pemerintah dan regulator menyiapkan insentif untuk meningkatkan minat generasi muda Indonesia menempuh pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Destry mengatakan, minat anak-anak muda untuk memilih pendidikan dengan tujuan atau jurusan STEM saat ini masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan regulator mengingat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknologi akan semakin besar di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

"Minat dari anak-anak ini untuk sekolah dengan tujuan jurusan STEM itu agak kurang sekarang," ujar Destry dalam agenda ISEF x IESF, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Gubernur BI: Bonus Demografi Indonesia Harus Diubah Jadi Bonus Kompetensi di Era AI

Menurut Destry, pemerintah dan regulator perlu memikirkan bentuk insentif yang dapat diberikan kepada generasi muda yang memiliki kemampuan tinggi di bidang teknologi. Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang STEM.

"Nah, tentunya dari kita semua, regulator, pemerintah, itu harus memikirkan, apa kira-kira insentif yang bisa mereka terima, kalau mereka memang punya kemampuan teknologi yang tinggi," lanjutnya.

Destry menilai penguatan minat terhadap STEM menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Ia mendorong agar Indonesia juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi sendiri yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

"Jangan kita menjadi konsumen, konsumen untuk teknologi itu, tapi kita juga harus bisa menjadi producer, untuk bisa menciptakan teknologi yang impactful dan juga tentunya inklusif buat semua masyarakat," katanya.

Baca Juga: Rilis Aturan Baru, Menkeu Bidik Pendapatan dari Uang Menganggur di Kas Negara

Lebih lanjut, Destry menekankan bahwa literasi dan kemampuan teknologi tidak lagi dapat dibatasi oleh gender maupun kelompok usia. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat kemampuan untuk memahami teknologi menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat.

Ia mencontohkan perempuan yang selama ini kerap dianggap tidak perlu memiliki pengetahuan teknologi yang mendalam. Pandangan tersebut, menurut Destry, sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Destry menilai, perempuan juga perlu memiliki pemahaman terhadap teknologi. Menurut dia, anggapan bahwa perempuan tidak perlu banyak mengetahui teknologi merupakan pandangan lama yang sudah tidak relevan.

"Sekarang, mau perempuan, mau laki, mau tua, mau muda, dia harus melek teknologi, karena teknologi ini adalah kita hidup berdampingan dengan teknologi," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×