kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menteri PU: Perlu antisipasi bencana dijalur mudik


Senin, 08 Juni 2015 / 21:50 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan di Pelabuhan Merak


Sumber: Antara | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono menyatakan perlu mengantisipasi bencana alam seperti longsor di jalur mudik Lebaran di kawasan selatan Jawa Barat.

"Harus mendapat perhatian lebih (jalur selatan Jawa Barat)," kata Basoeki saat kunjungannya di Pendopo Kabupaten Garut, Jabar, Senin.

Ia menuturkan, jalur selatan Jabar sepanjang jalan raya Bandung-Ciamis tergolong rawan bencana alam seperti longsor karena terdapat perbukitan, tebing dan jurang.

"Jalur Bandung-Ciamis ini berada di perbukitan dan jalannya berdampingan dengan tebing atau jurang," katanya.

Antisipasi yang akan dilakukan kementerian, kata Basoeki, dengan menyiapkan alat berat di jalur mudik yang menjadi kawasan rawan bencana alam.

Menurut dia, penempatan alat berat itu sebagai langkah cepat petugas untuk mengatasi bencana alam agar arus lalu lintas tetap kembali lancar.

"Dengan demikian bencana seperti longsor dapat segera diatasi," katanya.

Ia menambahkan, sebelum memasuki Ramadhan akan menyebarkan petugas yang tergabung dalam tim dan staf ahlinya untuk memantau kondisi jalur mudik Lebaran.

Hasil laporan sementara, lanjut dia, infrastruktur jalur mudik dinyatakan sudah siap ditambah beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan.

Sementara perbaikan jalan di kawasan Pantura, kata dia, masih dilakukan sepanjang 7 kilometer di wilayah Indramayu.

"Khusus jalur Tasikmalaya dan Garut ini masih perlu perhatian lebih," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×