kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Menteri Pertanian kejar target 60% dalam 2 bulan


Senin, 01 Juni 2015 / 14:09 WIB
Menteri Pertanian kejar target 60% dalam 2 bulan
ILUSTRASI. BMKG membenarkan bahwa suhu meningkat pada beberapa hari belakangan ini. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto


Reporter: Mona Tobing | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) telah melantik enam eselon satu baru. Pelantikan ini diharapkan mempercepat serapan anggaran APBN Kementerian Pertanian. Selama dua bulan ini yakni Juni-Juli 2015, Kemtan menargetkan serapan anggaran APBNP bisa tercapai 60%.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjelaskan, Kemtan menargetkan Juli nanti ditargetkan bisa menyerap anggaran APBNP hingga 60%. Sebab, sampai hari ini (1/6) serapan anggaran Kemtan baru mencapai 18% dari total pagu APBNP 2015 sebesar Rp 32,82 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode APBN tahun 2014 sebesar 27,11%.

"Pejabat baru harus segera bisa memastikan serapan anggaran sampai daerah tercapai. Kami akan kawal sampai daerah," ujar Amran, Senin hari ini (1/6).

Amran mengatakan, enam eselon satu baru harus turun ke lapangan dan mengurangi rapat agar serapan anggaran sampai daerah benar-benar tepat sasaran.

Hal ini agar target luas tanam padi, jagung dan kedelai sesuai dengan sasaran Upaya Khusus atau Upsus dapat terca[ai. Enam eselon baru juga harus bisa mengantisipasi kemungkinan kekeringan pada daerah rawan kekeringan di seluruh wilayah endemik kekeringan di Indonesia.

Tercatat realisasi anggaran paling tinggi berasal dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) sebesar Rp 2,1 triliun. Disusul Dirjen Tanaman Pangan sebesar Rp 1,52 triliun. Sementara serapan paling rendah disumbang dari Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) sebesar Rp 53,27 miliar dan Dirjen Hortikultura senilai Rp 60,59 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×