kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Menteri Agama mengimbau umat Islam untuk menjalankan salat Id di rumah


Rabu, 13 Mei 2020 / 20:42 WIB
Menteri Agama mengimbau umat Islam untuk menjalankan salat Id di rumah
ILUSTRASI. Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) didampingi Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin (kanan) . ANTARA FOTO/Humas Kemenag-Romadanyl/mrh/aww.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, mengimbau umat Islam menjalankan Salat Id di rumah bersama keluarga inti karena masih dalam masa Pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, Ramadan sudah berlangsung 20 hari dan Umat Islam akan segera memasuki fase 10 hari terakhir menjelang Idul fitri.

Lebih lanjut, Menag mengatakan bahwa Ramadan 1441 H/2020 M dijalani dalam suasana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sebab dalam suasana Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh WHO sejak Maret 2020.

Baca Juga: Perang lawan corona belum selesai, Malaysia perpanjang Perintah Kontrol Gerakan

Menag sangat berharap suasana pandemi ini segera berakhir dan kehidupan kembali normal, baik di Indonesia maupun dunia. “Saya imbau umat Islam menjalankan Salat Id di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai umat beragama, dalam penanganan Covid-19,” pesan Menag di Jakarta, Rabu (13/5).

“Usahakan Salat Id jangan ditinggalkan, tapi diselenggarakan bersama keluarga di rumah, sesuai teladan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan Salat Id,” ulangnya.

Menag berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idulfitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu, sunnah yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Cegah penyebaran corona, MUI meminta pemerintah melarang kedatangan TKA

“Mari kita sambut kehadiran Idulfitri 1441 H dengan suka-cita dan bahagia, karena itu adalah hari kemenangan dan hari kembalinya kita ke fitrah yang suci. Mari berbagi kepedulian kepada yang memerlukan, agar mereka juga dapat berlebaran seperti kita semua,” pesannya.

“Pandemi Covid-19 tidak boleh mengurangi kebahagiaan dan kegembiraan kita dalam menyambut Idulfitri 1441 H. Taqobalallahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima amal kita semua,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×