kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Mentan akui banyak yang minta tolong soal daging


Kamis, 31 Januari 2013 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mencoba demo layanan 5G yang tersedia di XL Center, XL Axiata Tower, Jakarta, Rabu (18/8/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Menteri Pertanian Suswono mengakui banyak pihak yang meminta tolong perihal impor daging sapi. Tidak terkecuali permintaan dari partainya sendiri, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Biasalah orang minta tolong. Oh, ini tidak bisa, paling saya jawabnya karena ini sudah lintas Kementerian," katanya di gedung PBNU, Kamis (31/1).

Suswono menegaskan dirinya sudah menyampaikan ke PKS bahwa ia tidak mengintervensi kebijakan impor daging sapi. Pasalnya kebijakan ini merupakan keputusan lintas kementerian di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian. 

Penentuan kuota impor diputuskan dalam rapat Menko. Untuk tahun 2013, kuota impor yang dialokasikan sebesar 80.000 ton. "Setiap perusahaan mendapatkan sesuai skor yang dimiliki. Ada kriterianya, ada rumusnya," katanya. 

Suswono pun mengklaim proses ini transparan. Persoalan impor daging pun sudah selesai. Dirinya pun memastikan tidak akan menambah kuota impor daging mengingat daerah penyuplai sapi menyatakan kesiapannya. 

"Bulan Februari ini akan dilakukan semacam komitmen antara provinsi DKI Jakarta dengan daerah sentral sapi. Ada penandatangann bahwa mereka siap menyuplai sekian-sekian," ujarnya.

Kasus ini muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan tiga orang yang bertransaksi di Hotel Le Meredien, Jakarta. KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 miliar. KPK kemudian menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka bersama dua orang lainnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×