kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mensos dukung bantuan raskin berbentuk e-money


Selasa, 02 Desember 2014 / 20:20 WIB
Mensos dukung bantuan raskin berbentuk e-money
ILUSTRASI. Cara copy paste caption di Instagram.


Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendukung kajian TNP2K yang mengatakan pemberian bantuan beras miskin lebih baik disalurkan melalui e-money. Khofifah berpendapat bantuan yang bersifat in kind atau dalam bentuk barang rawan diselewengkan.

"Banyak pengalaman dari negara berkembang lainnya, bantuan yang bersifat in kind baik beras, pupuk, maupun benih berpotensial untuk tidak sampai ke masyarakat sejumlah barang yang dibagikan," jelasnya Selasa (2/12).

Untuk itu, ia ingin mengembangkan layanan keuangan digital (LKD) yang dapat mengamankan jumlah bantuan yang dikirim sesuai dengan yang diterima. "Jadi memang makin lama makin menyiapkan diri untuk membangun sistem layanan keuangan digital," ujarnya.

Nantinya, seluruh bantuan yang bersifat in kind akan diberikan dalam bentuk cash melalui sistem LKD tersebut atau e-money. "Bantuan dalam bentuk cash melalui LKD  berfungsi untuk menjaga kemungkinan rembesan dari bantuan in kind," tutur Kofifah.

Bantuan uang yang diberikan melalui LKD tersebut akan tersimpan sebagai tabungan. Jadi, jika tidak diambil setiap bulannya, uang tersebut tidak akan hangus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×