kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Mensesneg tak akan gugat Mahfud ke pengadilan


Senin, 12 November 2012 / 14:31 WIB
Mensesneg tak akan gugat Mahfud ke pengadilan
ILUSTRASI. Realme C20


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Meski kecewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi mengaku tidak akan memperpanjang polemik pemberian grasi kepada terpidana kasus narkoba. Dia juga berjanji tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum. "Tidak usahlah, sudahlah. Tidak ada gunanya," jelasnya, Senin (12/11).

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menduga ada mafia di  Istana Negara terkait pemberian grasi bagi terpidana kasus narkoba Meirika Franola alias Ola (42). Setelah menerima grasi, hukuman Ola berubah menjadi hukuman seumur hidup dari hukuman mati.

Sudi menepis tuduhan tersebut. Dia berani pasang badan atas tuduhan tersebut. "Saya pertanggungjawabkan nggak ada mafia di istana. Kalau ada tunjukkan," katanya.

Yang pasti, Sudi menyayangkan tindakan dan langkah Mahfud tersebut. Menurutnya, ucapan kepada media itu tidak pantas. "Seorang ahli hukum, profesor, masalah dugaan itu diumbar ke pers. Kalau ada beritahulah baik-baik," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pemberian grasi kepada Ola sudah melalui pertimbangan dari banyak pihak. Namun, SBY tidak akan menyalahkan pemberi pertimbangan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×