kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Menlu tawarkan formula 4+1 untuk krisis Myanmar


Kamis, 26 Oktober 2017 / 07:47 WIB


Reporter: Cecylia Rura | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam diskusi Ambassador Talks yang diadakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)DPR RI, Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan ada dua isu menarik untuk dibahas, yakni isu kemanusiaan dan isu terorisme yang dikaitkan implikasinya pada politik global.

"Sampai pada saat melaksanakan sidang umum PBB, atau sidang Dewan Keamanan PBB pada September yang lalu, baru saja menyelesaikan sesi ke-72 sidang PBB, isu kemanusiaan ini teruama yang terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, sangat mendominasi pembicaraan," ujar Retno, Rabu (25/10)

Dalam 6 minggu terakhir, isu di Rakhine State (Myanmar) menjadi prioritas bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Melihat krisis tersebut, Menteri Retno kemudian diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk menawarkan solusi agar situasi tidak memburuk.

"Sembilan hari setelah new cycle of violence terjadi di Rakhine State sejak 25 Agustus, tanggal 4 September saya sudah diutus oleh bapak presiden untuk berangkat ke Myanmar dan Bangladesh. Bapak presiden mengatakan, go, meet them and talk," jelas Retno.

Ada tiga hal yang disampaikan Retno. Pertama, konsentrasi Indonesia dan konsentrasi dunia internasional mengenai situasi yang terjadi di Rakhine State.

Kedua, bagaimana Indonesia berupaya menyampaikan pesan agar situasi di Rakhine State tidak memburuk. Ketiga, kesiapan Indonesia untuk membantu Myanmar agar krisi kemanusiaan dapat segera diakhiri.

Selain itu, dalam pertemuannya dengan State Councellor Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi, Retno menyampaikan solusi formula '4+1'.

"Pertama, peace and stability. Kedua, maximum restrain and no use of force. Ketiga, protection for all tanpa melihat latar belakang agama dan etnis. Keempat, akses kemanusiaan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×