kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Menlu Jepang mengeluh ke Jokowi soal UU Minerba


Selasa, 12 Agustus 2014 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Promo Traveloka EPIC Salebration11on, Nikmati Diskon Rental Mobil Hingga Rp 110.000


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku mendapat keluhan terkait Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Y.M Fumio Kishida di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/8).

Keluhan yang disampaikan oleh Menlu Jepang itu terkait pelarangan ekspor mineral mentah yang diberlakukan Pemerintah Indonesia sesuai dengan Undang-undang Minerba.

"Saya sampaikan kita tetap berpegang pada UU Minerba. Tapi kalau mau bicara teknis, tak masalah. Pegangan kami adalah UU Minerba dan konstitusi kita yang mengamanatkan,  kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Artinya, mereka harus untung dan kita juga untung," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini.

Jokowi menambahkan, dirinya belum membicarakan hal yang lebih teknis terkait pembatasan mineral mentah tersebut dengan Menlu Jepang. Ia mengatakan akan membahas keluhan ini apabila telah resmi dilantik sebagai Presiden RI pada tanggal 20 Oktober 2014 mendatang. "Ya tentu setelah pelantikan. Belum bicara, hanya makronya saja. Iya itu minta dibicarakan secara teknis," ucap Jokowi.

Seperti diketahui, pemerintahan Jepang mengaku keberatan dengan adanya pelarangan ekspor bahan mentah tersebut. Bahkan, Jepang berencana melaporkan pemerintah Indonesia ke Organisasi Perdagangan Internasional (World Trade Organization/WTO).

Dengan pemberlakuan aturan tersebut, Jepang mengaku bakal mematikan industri baja lantaran bahan bakunya berasal dari Indonesia. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×