kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Menkeu Suahasil Sebut belanja APBN hanya Berkontribusi 15% Terhadap PDB


Senin, 26 Oktober 2026 / 18:19 WIB
Menkeu Suahasil Sebut belanja APBN hanya Berkontribusi 15% Terhadap PDB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya menyumbang sekitar 14%-15% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya menyumbang sekitar 14%-15% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp 25.000 triliun.

Suahasil mengatakan, sebagian besar aktivitas ekonomi Indonesia justru ditopang oleh berbagai pelaku ekonomi, mulai dari rumah tangga, perusahaan, hingga eksportir.

"APBN itu belanja negara totalnya tahun ini mungkin sedikit di bawah Rp 4.000 triliun. Pertanyaannya, kalau APBN-nya 15%, 85% lagi siapa yang menciptakan? Yang menciptakan itu adalah seluruh masyarakat. Rumah tangga yang melakukan konsumsi, perusahaan yang melakukan investasi, para eksportir yang melakukan ekspor," ujar Suahasil dalam agenda Danantara TIIF 2026 di Jakarta Selatas, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Terbesar Sejarah Fiskal, Puan Sebut Belanja APBN 2027 Bisa Tembus Rp 4.000 Triliun

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah perlu mengoptimalkan peran seluruh pelaku ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah disebut tidak cukup hanya mengandalkan belanja negara untuk mendorong perekonomian, tetapi juga perlu mengorkestrasi berbagai aktivitas ekonomi agar konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, dan kegiatan perdagangan dapat tumbuh secara bersamaan.

Suahasil menyebut, APBN berperan mendorong aktivitas ekonomi melalui belanja negara yang diarahkan pada program-program dengan dampak pengganda (multiplier effect) yang tinggi.

Untuk itu menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap belanja negara memberikan dampak optimal terhadap perekonomian. Dengan demikian, anggaran yang terbatas dapat mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas.

"Kalau dari kita pemerintah, Rp 4000 triliun belanja negaranya digunakan dengan cara yang paling intensif dampaknya, atau kalau bahasa ekonominya yang angka penggandanya, multipliernya paling tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Tampil Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Laporkan Defisit APBN Agustus 2026 di 0,93% PDB

Di sisi lain, Suahasil menekankan bahwa kebijakan fiskal juga harus mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan kredibilitas APBN.

Ia menyebut, APBN memiliki tiga fungsi utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas perekonomian, serta memastikan kesehatan fiskal tetap terjaga.

Di tengah meningkatnya gejolak ekonomi global, APBN juga berperan sebagai instrumen stabilisasi untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Meski demikian, pemerintah disebut tetap perlu menjaga kesehatan anggaran melalui pengelolaan defisit yang terukur. Suahasil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap PDB.

"Boleh defisit, tapi terukur. Tidak boleh defisit yang tidak terukur. Karena itu komitmen kita kepada defisit anggaran di bawah 3% menjadi sesuatu yang terus kita gaungkan," tegasnya.

Baca Juga: Menkeu Suahasil Sebut Pasar SBN Tetap Solid di Tengah Tekanan Global

Lebih lanjut Suahasil menyebut, APBN tidak hanya tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan dan penjaga stabilitas ekonomi, tanpa mengabaikan kesehatan fiskal.

"Oleh karena itu, efektivitas belanja negara dan kemampuan pemerintah mengoptimalkan peran pelaku ekonomi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×