kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Menkeu beda suara tentang penurunan harga BBM


Selasa, 06 Oktober 2015 / 19:22 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dalam hitungan hari, pemerintah bakal mengumumkan paket kebijakan jilid tiga. Rencananya, paket tersebut dikeluarkan untuk mendorong daya beli masyarakat, dengan menyelipkan rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalamnya.

Namun, tidak semua pihak satu suara terkait rencana penurunan harga BBM ini. Menteri keuangan bambang Brodjonegoro menilai, untuk memberikan stimulus kepada masyarakat lebih baik menjaga harga kebutuhan pokok tetap rendah.

Misalnya beras, bukan harga BBM yang diturunkan. "Peranan bensin terhadap inflasi lebih kecil dibandingkan harga beras," ujar Bambang, Selasa (6/10) di Jakarta.

Dengan begitu, daripada menurunkan harga BBM, pemerintah lebih bak menjaga harga kebutuhan pokok. Oleh karenanya, rencana tersebut harus dipikirkan lebih dulu.

Sebelumnya Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pramono Anung bilang, pengumuman paket kebijakan akan diekluarkan hari kamis (8/10) mendatang. Selain memberikan insentif bagi masayarakat dalam bentuk penurunan harga BBM, pemerintah juga akan memberikan insentif bagi Usaha Kecil dan menengah (UKM), berupa kemudahan mendapatkan kredit modal kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×