kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Menhub pastikan larangan mudik tidak mengganggu arus logistik


Senin, 10 Mei 2021 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan larangan mudik tidak mengganggu arus logistik.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) tidak mengganggu arus logistik.

Hal itu disampaikan Budi mengacu pada penurunan pergerakan kendaraan logistik selama masa larangan pandemi. Kendaraan logistik hanya mengalami penurunan sebesar 3% hingga 5%.

"Rencana kami untuk melakukan peniadaan mudik bagi penumpang, dan memberikan seluas-luasnya pergerakan logistik terjadi dengan baik," ujar Budi saat konferensi pers di Kantor Presiden usai rapat terbatas, Senin (10/5).

Budi menyebut, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan penurunan mobilisasi kendaran transportasi. Transportasi udara, laut, dan kereta api mengalami penurunan hingga 90%.

Baca Juga: Menkes peringatkan ketersediaan kamar rumah sakit di 8 provinsi

Secara rata-rata total pergerakan kendaraan penumpang turun sebesar 77%. Angka tersebut mengingat jumlah penurunan pemudik yang menggunakan angkutan darat masih sebesar 40%. "Di darat sedikit penurunan, sekitar 40%," terang Budi.

Budi mengimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan.

Selain itu, pemerintah juga tengah membahas mengenai pengetesan Covid-19 secara gratis bagi pemudik yang melalui jalur darat. Sementara untuk transportasi lainnya digunakan sesuai aturan yang berlaku.

Meski begitu, rencana pengetesan secara gratis masih akam dibahas. Hal itu dilakukan untuk mengintensifkan pelacakan dan pengecekan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami usulkan dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni," kata Budi.

Selanjutnya: Jelang libur Lebaran, pemerintah diminta antisipasi kenaikan kasus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×