kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menhan: Penyelesaian konflik Tarakan urusan Polri


Rabu, 29 September 2010 / 20:26 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Meski pengungsi akibat konflik etnis di Tarakan, Kalimantan Timur mengalir ke markas-markas TNI, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan penyelesaian konflik itu sepenuhnya tanggungjawab kepolisian. Sebab, peristiwa itu bukan merupakan ancaman eksternal yang menjadi tugas pokok TNI untuk mengatasinya.

Dengan kata lain, menurut Purnomo peristiwa itu masuk dalam kategori keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Perlu digarisbawahi bahwa ini bukannya kasus yang harus ditangani TNI," ujar Purnomo di Istana Wakil Presiden.

Sekadar informasi saja, ribuan pengungsi korban konflik etnis di Tarakan terus memadati markas TNI sejak bentrok berdarah yang berawal Minggu malam (26/9), yang kembali pecah mulai Selasa malam (28/9) hingga Rabu siang (29/). Mereka tersebar antara lain di Markas Batalion Infanteri 163/Raja Alam, Markas TNI Angkatan Udara, dan Markas TNI Angkatan Laut. Selain juga di kantor-kantor Polri seperti Mapolsek, Mapolres, dan Kantor unit satuan lalu-lintas Polres Tarakan.

Purnomo mengatakan, TNI akan membantu dan memberikan perlindungan bagi para pengungsi semaksimal mungkin. Namun, sekali lagi Purnomo menegaskan, penyelesaian masalah konflik itu sepenuhnya urusan Polri."Penyelesaiannya bukan porsi kita, itu porsi kepolisian. Hanya saja kalau rakyat masuk ke tangsi untuk minat perlindungan ya semampunya kita lakukan," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×