kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Mengukur ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi efek tapering The Fed


Rabu, 22 September 2021 / 09:50 WIB
ILUSTRASI. Mengukur ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi efek tapering The Fed


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengurangan injeksi likuiditas bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dikenal dengan tapering, menjadi salah satu risiko yang bisa mengguncang perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan, The Fed akan melakukan tapering mulai November 2021 dan berlanjut di tahun 2022. "Baru, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate di kuartal III-2022," ujar Perry, Selasa (21/9).

BI juga telah melakukan uji ketahanan atau stress test terhadap perekonomian Indonesia untuk mengantisipasi dampak tapering off. Hasilnya menunjukkan, dampak taper off lebih rendah dari taper tantrum pada 2013 silam.

Ada tiga alasan BI lebih optimistis. Pertama, komunikasi The Fed terbuka baik kepada investor, media, maupun masyarakat dengan jelas menjelaskan dasar keputusan melakukan tapering. Misalnya pertumbuhan ekonomi AS positif, inflasi naik, dan tingkat pengangguran berkurang.

Baca Juga: Ini alasan BI memproyeksikan CAD 2021 ada dalam rentang 0,6%-1,4% dari PDB

Komunikasi yang baik ini diterima dan dipahami oleh pasar seperti tercermin dari suku bunga obligasi pemerintah AS yang tidak meroket tajam. "Bandingkan dengan taper tantrum 2013, dalam waktu satu dan dua bulan, yield US Treasury naik 3,5%. Kalau sekarang, kenaikannya tidak signifikan," kata Perry.

Kedua, BI bersama dengan pemerintah memperkuat koordinasi dalam melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah dan imbal hasil surat berharga negara (SBN).

Ketiga, ketahanan eksternal jauh lebih kuat dari 2013. Tercermin dari jumlah cadangan devisa yang tambun mencapai US$ 144,8 miliar per akhir Agustus 2021.

Baca Juga: Ingin bebas risiko keuangan di masa depan? Simak tips mengelola keuangan berikut




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×