kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mendag Zulhas Akui Sempat Tolak Usulan Impor Beras karena Data Produksi Beras Surplus


Selasa, 27 Desember 2022 / 13:47 WIB
Mendag Zulhas Akui Sempat Tolak Usulan Impor Beras karena Data Produksi Beras Surplus
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meninjau suplai beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Tanjung Priok, Jumat (16 Des).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Impor beras ini untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pihaknya sempat menolak usulan impor beras karena mendapatkan data produksi beras surplus.

"Dua kali rapat, saya tak setuju karena Menteri Pertanian mengatakan data produksi beras surplus dan surplus-nya 7 ton, tidak sedikit," kata Zulhas dalam diskusi daring, Selasa (27/12).

Baca Juga: Kemendag Klaim Stok dan Harga Pangan Terkendali Jelang Natal dan Tahun Baru

Hal ini juga telah dicocokanya dengan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut, produksi beras tahun 2022 cukup untuk kebutuhan masyarakat.

Namun disisi lain, Mendag mendapat laporan dari Bulog bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) tak sampai 500.000 ton. Sementara batas aman yang telah ditetapkan sebanyak 1,2 juta ton hingga akhir tahun.

Meski demikian telah berupaya menyerap beras dari petani maupun pedagang sebelum melakukan impor,  namun memang ada kendala terkait dengan stok beras di masyarakat yang memang tidak ada.

"Padahal Bulog sudah menaikkan harga beli, tapi memang belum ada panen mana ada gabah," jelas Zulhas.

Imbasnya, harga beras naik terus. "Ini karena orang tahu stok Bulog sedikit akhirnya confident pasar terganggu," tambah dia.

Hal tersebut yang membuat Bulog semakin kesulitan menyerap beras. Hingga pada akhirnya diputuskan untuk impor beras demi menjaga stabilitas harga beras dalam negeri.

"Karena kalau harga beras naik Rp 100 saja, itu sangat berpengaruh pada inflasi karena beras jadi kebutuhan semua masyarakat," imbuh Mendag.

Baca Juga: Bulog: Pengiriman 200.000 Ton Beras Impor dari Negara Asal Rampung Minggu Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×