kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Memperkuat koperasi tani


Senin, 04 September 2017 / 22:08 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - Untuk memperkuat koperasi tani, pemerintah akan memperbaiki pola pengelolaan koperasi tersebut. Caranya adalah dengan mengadopsi konsep pengelolaan koperasi dari PT Badan Usaha Milik Rakyat Pangan Terhubung di Sukabumi.

Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, bilang penguatan koperasi tersebut akan dilakukan dengan mengumpulkan kelompok tani dalam satu korporasi koperasi tani. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, penguatan tersebut akan dilakukan di titik penghasil padi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

"Jadi nanti petani punya saham dan terlibat dalam produksi, pemaketan hasil produksi sampai distribusi," katanya di Komplek Istana Negara, Senin (4/9).

Dengan konsep ini ia klaim petani akan mendapatkan banyak keuntungan. Pertama, gampang mendapatkan akses permodalan dari bank karena struktur organisasi lebih tertata. Kedua, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar karena memegang kendali atas produksi pertanian sampai penjualannya.

Dengan keuntungan tersebut, dia berharap kesejahteraan petani semakin membaik. Presiden Jokowi bilang untuk menjalankan konsep tersebut dana yang diperlukan untuk pengembangan koperasi dengan kepemilikan lahan petani seluas 1.000 hektare dibutuhkan dana sebesar Rp 48 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×