kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,81   0,50   0.05%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Masuk Musim Panen, Beras Dijamin Bakal Turun?


Senin, 04 Maret 2024 / 10:48 WIB
Masuk Musim Panen, Beras Dijamin Bakal Turun?
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional menjamin harga beras akan turun seiring dimulainya musim panen di awal bulan Maret 2024.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjamin harga beras akan turun seiring dimulainya musim panen di awal bulan Maret 2024.

Menurut Arief, harga beras saat ini sudah mulai turun seiring dengan berjalannya panen yang diperkirakan mencapai 3 juta ton hingga 3,5 juta ton. 

Sedangkan kebutuhan beras nasional hanya sebesar 2,5 juta ton hingga 2,6 juta ton. 

"Harga akan mulai terkoreksi seiring berjalannya panen yang angkanya 3-3,5 juta ton dari kebutuhan kita 2,5-2,6 juta ton," kata Arief dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul fitri, di Grand Ballroom Kempinski, Senin (4/3).

Baca Juga: Swasembada Pangan Meredup, Impor Beras Melonjak Fantastis

Adapun beberapa wilayah yang mulai memasuki panen seperti Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Sragen, Ngawi, Demak, Grobogan, Lampung, hingga Sumatra Selatan.

"Harga gabah hari ini rata rata nasional Rp 7.040 per kilogram (kg), sebelumnya di atas Rp 8.000 (per kg)," ujar dia.

Artinya dengan harga gabah yang mulai turun yang berkisar di Rp 7.040 per kilogram (kg), maka harga beras juga sudah mulai turun kembali ke HET Rp 14.000 per kilogram.

"Kalau harga gabahnya Rp 8.000-Rp 9.000 berarti harga berasnya tinggal kalikan dua jadi Rp 18.000 ya. Dan hari ini begitu harga gabah Rp 8.000 otomatis beras itu akan terkoreksi sekitar Rp 2.000 jadi angkanya sekitar Rp 14.000 kembali ke HET," sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan arahan dari Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan untuk mempercepat bongkar importasi beras. 

"Supaya cepat itu ada di 32 port, tentunya nanti dengan BUMN dan Pelindo, dan Bulog harus buka 24 jam, untuk mempercepat bongkar. Karena 27.000 ton itu bongkarnya 6 hari, bayangkan kalau 300.000 ton sampai 500.000 ton untuk membackup CPP," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×