kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan tidak terima dituntut 15 tahun penjara


Jumat, 24 Mei 2019 / 14:03 WIB

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan tidak terima dituntut 15 tahun penjara


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan tidak terima dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Karen merasa, jaksa mengabaikan semua fakta persidangan yang membuktikan dirinya tidak bersalah.

"Semua sudah terpatahkan, tapi masih ada dalam tuntutan. Ini kan saya harus kembali lagi. Apa kemarin dalam sidang tidak terlalu menyimak atau bagaimana, nanti satu per satu akan saya paparkan," ujar Karen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (24/5).


Karen membantah proses akuisisi Pertama di Australia tanpa ada persetujuan Dewan Komisaris. Karen juga membantah akuisisi ditandatangani tanpa lebih dulu dilakukan uji kelayakan.

Menurut Karen, saksi yang hadir dari eksternal dan internal Pertamina telah membuktikan bahwa argumentasi jaksa dalam surat dakwaan tidak benar.

Karen merasa bahwa semua proses akuisisi telah sesuai prosedur. "Supaya ini jelas, apa yang ditandatangani Pertamina, semua risiko sudah dimitigasi, sehingga tidak ada yang kami lakukan sesuatu di luar prosedur," kata Karen.

Karen dituntut 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Karen juga dituntut hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti senilai Rp 284 miliar.

Menurut jaksa, Karen terbukti memperkaya Roc Oil Company Ltd Australia. Sesuai laporan perhitungan dari Kantor Akuntan Publik Drs Soewarno, perbuatan Karen telah merugikan negara Rp 568 miliar.

Karen dinilai telah mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina dan ketentuan atau pedoman investasi lainnya dalam Participating Interest (PI) atas Lapangan atau Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Karen dianggap memutuskan melakukan investasi PI di Blok BMG Australia tanpa melakukan pembahasan dan kajian terlebih dulu.

Karen dinilai menyetujui PI tanpa adanya due diligence serta tanpa adanya analisa risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA). Selain itu, menurut jaksa, penandatanganan itu tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina. (Abba Gabri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dituntut 15 Tahun Penjara, Karen Agustiawan Merasa Jaksa Abaikan Fakta Sidang",

 


Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0015 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 0.1251

Close [X]
×