kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.520   138,00   0,84%
  • IDX 7.840   -112,27   -1,41%
  • KOMPAS100 1.092   -13,82   -1,25%
  • LQ45 801   -10,98   -1,35%
  • ISSI 265   -3,03   -1,13%
  • IDX30 415   -6,35   -1,51%
  • IDXHIDIV20 482   -6,59   -1,35%
  • IDX80 121   -1,85   -1,51%
  • IDXV30 130   -2,10   -1,59%
  • IDXQ30 134   -2,05   -1,51%

Mal lebih sepi, ini penjelasan Bappenas


Selasa, 26 September 2017 / 14:27 WIB
Mal lebih sepi, ini penjelasan Bappenas


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Bappenas menilai, ada perubahan pola konsumsi masyarakat. Ini yang menjelaskan fenomena sepinya beberapa mal dan toko konvensional.

Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas bilang saat ini masyarakat terutama generasi muda lebih senang untuk berbelanja di toko online.

"Selain itu masyarakat lebih senang berbelanja di convenience store terdekat dibandingkan dengan di hypermart dan supermarket," kata Bambang ketika memberikan seminar wealth management Mandiri, Selasa (26/9).

Dengan berpindahnya kebiasaan masyarakat dari offline ke online ini juga membuat beberapa mall yang jauh dari pusat kota dan berkonsep ITC mengalami penurunan penjualan.

Namun, beberapa mal yang ada di pusat kota dan menyasar kelas menengah keatas seperti Gandaria City dan Mall Kota Kasablanca tercatat masih bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi.

Menurut Bambang, keberadaan sharing economy juga membuat perpindahan pola konsumsi masyarakat dari offline ke online juga semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×