kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Makin banyak saja anggota DPR yang bolos kerja


Senin, 27 Juni 2011 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Ketua MPR, Taufik Kiemas menyesalkan para anggota dewan yang mangkir dari tanggung jawabnya sebagai Anggota DPR, contohnya Muhammad Nazaruddin.

Menurut Taufik, selama ini anggota DPR yang bolos hadir tapi masih tetap menerima gaji dan fasilitas dari DPR. "Ya jelas saya menyayangkan hal tersebut. Karena anggota dewan banyak yang tidak datang tapi tetap menerima fasilitas dan gaji seperti biasa," ujar Taufik di Nusantara III, Senin (27/6).

Seperti yang kita ketahui, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sudah 1 bulan bolos di Komisi VII DPR. Bukan hanya itu suami Ketum PDI perjuangan itu pun setuju kalau Badan Kehormatan (BK) DPR menegur anggota yang seperti itu. Namun suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini enggan berkomentar lebih banyak.

"Saya sekali lagi enggak berani ngomong ya. Tanyakan saja sama anggota dewan yang lain. Tapi saya menyayangkan tentang anggota dewan yang tidak datang itu," tutupnya.

Sedangkan saat dikonfirmasi ke Wakil Ketua Badan Kehormatan, Nurdiman Munir mengaku BK masih menunggu surat absensi dari Sekretariat Jenderal DPR (Setjen) untuk menegur anggota Dewan yang mangkir dari tugasnya.

Politisi Golkar itu mengaku sudah 3 kali mengirim surat permohonan absen ke Setjen. Namun, sambungnya, hingga saat ini belum mendapat balasan dari Setjen. "Tolong teman-teman Setjen ditanyakan kenapa enggak kirim ke BK padahal sudah 3 kali kirim surat," jelas Nurdiman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×