kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.856   54,00   0,32%
  • IDX 8.244   -47,19   -0,57%
  • KOMPAS100 1.165   -7,19   -0,61%
  • LQ45 837   -5,38   -0,64%
  • ISSI 296   -0,62   -0,21%
  • IDX30 435   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 521   0,62   0,12%
  • IDX80 130   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   -0,22   -0,15%

Luhut minta kementerian dan BUMN segera atasi limbah medis Covid-19


Sabtu, 31 Juli 2021 / 11:49 WIB
Luhut minta kementerian dan BUMN segera atasi limbah medis Covid-19
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.


Sumber: Kompas.com | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta untuk berbagai kementerian/lembaga terkait penanganan pandemi bisa segera menangani persoalan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis Covid-19. 

Hal itu diungkapkannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dilakukan secara virtual pada Kamis (29/7) lalu. 

Seiring dengan adanya lonjakan kasus maka penggunaan alat kesehatan pun meningkat pesat sehingga membuat banyaknya jumlah limbah. Pada Juli 2021 saja ada 18 juta Limbah B3 medis Covid-19. 

“Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua. Maka kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja,” ujar Luhut seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7). 

Menurutnya, untuk menurunkan laju limbah B3 medis dengan cepat diperlukan pemanfaatan alat pengolahan seperti insinerator, RDF, autoclave. Ia pun mengimbau BUMN seperti PT Pindad untuk mengerahkan unit-unit insineratornya dan memproduksinya dengan kapasitas yang lebih tinggi. 

Baca Juga: APSI: Pembangunan pengelolaan limbah medis B3 tak hanya fokus di Pulau Jawa

Selain itu, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga mendorong percepatan industri lainnya seperti RDF. 

“Semua harus dalam negeri, agar cepat selesai dan tidak ditunda-tunda,” imbuh Luhut. 

Dia mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa solusi cepat harus dilaksanakan, seperti melakukan pembakaran sampah di pabrik semen terdekat. 




TERBARU

[X]
×