kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Lonjakan kasus bisa picu herd immunity, tapi angka kematian ikut melonjak


Kamis, 01 Juli 2021 / 20:59 WIB
Lonjakan kasus bisa picu herd immunity, tapi angka kematian ikut melonjak
ILUSTRASI. Petugas medis melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga dan calon penumpang di Terminal grogol, Jakarta, Kamis (1/7/2021).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Lonjakan kasus tersebut dapat menciptakan ketahanan komunal atau herd immunity secara alami.

Namun, hal itu dinilai memunculkan dampak negatif yang besar yakni ikut melonjaknya angka kematian. "Herd immunity tanpa vaksinasi bisa mendekati seribuan kasus kematiannya, kalau dibiarkan terinfeksi secara natural akan banyak sekali kematiannya," ujar Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (1/7).

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 24.836 kasus. Tambahan tersebut membuat total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 2,2 juta kasus.

Selain itu, angka kematian Indonesia hari ini pun mencetak rekor terbanyak dengan catatan 504 kasus kematian. Total kematian di Indonesia saat ini sebanyak 58.995 kasus.

Baca Juga: Rumah sakit kolaps, epidemiolog minta PPKM darurat dievaluasi satu minggu

Selain dampak pada kematian, herd immunity melalui infeksi alami juga berpotensi pada perkembangan ke depan. Dicky bilang, infeksi Covid-19 memiliki potensi memberikan dampak kesehatan virus menghilang. "Lebih baik berprinsip mencegah daripada terinfeksi," terang Dicky.

Dicky mendorong pemerintah untuk terus mempercepat vaksinasi Covid-19. Saat ini pemerintah menargetkan 1 juta vaksinasi per hari dan bertambah dua kali lipat menjadi dua juta dosis per hari pada bulan Agustus.

Saat ini telah terdapat 30,18 juta orang yang mendapat vaksinasi dosis pertama. Sedangkan target vaksinasi Indonesia untuk mencapai herd immunity sebanyak 181,5 juta orang.

Baca Juga: Kurangi beban rumah sakit, Kemenkes siapkan aturan telemedis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×