kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Liburan dongkrak inflasi Desember jadi 0,42%


Selasa, 03 Januari 2017 / 14:12 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Desember 2016 mengalami inflasi 0,42%. Dengan demikian inflasi Januari-Desember 2016 sebesar 3,02% baik tahun kalender maupun year on year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, boleh dikatakan bila dibandingkan posisi Desember 2015, Desember 2016 ini mencerminkan bahwa harga-harga terkendali dengan baik. Dia mencatat, inflasi Desember 2015 cukup tinggi yaitu 0,96%.

“0,42% ini tidak sampai separuhnya. Jadi ini baik. Kalau dilihat inflasi Desember 2016, ini inflasi pada bulan Desember yang terendah sejak tahun 2010,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (3/1).

Suhariyanto mengatakan penyebab utama inflasi Desember 2016 yang sebesar 0,42% tersebut adalah naiknya tarif angkutan udara yang temasuk di dalam kelompok pengeluaran Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan.

“Hal ini terjadi akibat adanya kenaikan dari hari libur akhir tahun. Inflasinya pada Desember 2016 ini adalah 1,12% sementara andilnya adalah 0,20%,” katanya.

BPS mencatat, dari kelompok terjadi kenaikan tarif angkutan udara sebesar 0,11%, tarif pulsa 0,05%, bensin 0,03, dan tarif kereta api 0,01%.

Sementara untuk bahan makanan, menurut dia pada Desember 2016 ini harga bahan makanan sangat terkendali. Ia mencatat, kenaikan pada kelompok bahan makanan hanya 0,50%. Kelompok ini memiliki andil inflasi sebesar 0,11%.

“Dalam kelompok ini, komoditas-komoditas yang mengkhawatirkan, seperti cabai merah malah deflasi. Bawang merah, harga beras juga stabil. Pencapaian ini kerjakeras dari semua, dari kementerian pertanian dan perdagangan,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengatakan bahwa salah satu komoditas ke depannya harus diperhatikan, yaitu cabe rawit, “Andilnya 0,04% tetapi tidak ada salahnya,” ucapnya.

Sementara itu, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau mengalami inflasi 0,45% dengan andilnya 0,08%. Komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi adalah rokok kretek filter yang mengalami kenaikan 0,02% sementara yang lainnya relatif kecil.

Selain itu juga ada atatan khusus untuk sandang yang mengalami deflasi -0,46 sementara andilnya -0,03. Komoditas yang dominan deflasi adalah emas perhiasan dengan andil 0,05%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×