kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kurtubi: Harga minyak mentah bisa capai US$ 200 bila Arab Saudi bergejolak


Jumat, 25 Maret 2011 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Bank Banten mesti menunda rencana penambahan modalnya melalui skema rights issue.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pengamat Perminyakan Kurtubi memperkirakan, harga minyak mentah bisa menembus US$ 200 per barel jika Arab Saudi bergejolak seperti Libia. Pasalnya, Arab Saudi saat ini merupakan penghasil minyak mentah terbesar di dunia.

Total produksi Arab Saudi mencapai sekitar sekitar sembilan juta barel per hari. "Bisa dibayangkan kalau Arab Saudi terjadi gejolak politik," katanya, saat ditemui di ruang fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jumat (25/3).

Harga minyak mentah saat ini sedang bergejolak akibat kondisi politik di negara Afrika Utara dan Timur Tengah. Saat ini, gejolak politik di Libia telah memecut harga minyak mentah melampaui US$ 100 per barel. Gejolak politik dalam negeri tersebut membuat produksi minyak mentah terhenti. Asal tahu saja, negara di Afrika Utara tersebut menghasilkan minyak sebesar 1,25 juta barel per hari.

Karena itu, Kurtubi meminta pemerintah mewaspadai harga minyak mentah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak jebol. "Pemerintah harus dapat menambah lifting minyak mentah mencapai diatas 1 juta barel perhari," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×