kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kurtubi: Harga minyak mentah bisa capai US$ 200 bila Arab Saudi bergejolak


Jumat, 25 Maret 2011 / 17:32 WIB
Kurtubi: Harga minyak mentah bisa capai US$ 200 bila Arab Saudi bergejolak
ILUSTRASI. Bank Banten mesti menunda rencana penambahan modalnya melalui skema rights issue.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pengamat Perminyakan Kurtubi memperkirakan, harga minyak mentah bisa menembus US$ 200 per barel jika Arab Saudi bergejolak seperti Libia. Pasalnya, Arab Saudi saat ini merupakan penghasil minyak mentah terbesar di dunia.

Total produksi Arab Saudi mencapai sekitar sekitar sembilan juta barel per hari. "Bisa dibayangkan kalau Arab Saudi terjadi gejolak politik," katanya, saat ditemui di ruang fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jumat (25/3).

Harga minyak mentah saat ini sedang bergejolak akibat kondisi politik di negara Afrika Utara dan Timur Tengah. Saat ini, gejolak politik di Libia telah memecut harga minyak mentah melampaui US$ 100 per barel. Gejolak politik dalam negeri tersebut membuat produksi minyak mentah terhenti. Asal tahu saja, negara di Afrika Utara tersebut menghasilkan minyak sebesar 1,25 juta barel per hari.

Karena itu, Kurtubi meminta pemerintah mewaspadai harga minyak mentah agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak jebol. "Pemerintah harus dapat menambah lifting minyak mentah mencapai diatas 1 juta barel perhari," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×