kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kurangnya tenaga laboratorium membuat jumlah tes corona tidak maksimal


Kamis, 04 Juni 2020 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Jumlah tes spesimen virus corona (Covid-19) Indonesia masih berada pada angka 10.000 per hari.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah tes spesimen virus corona (Covid-19) Indonesia masih berada pada angka 10.000 per hari. Angka tersebut dinilai belum mencapai kerja maksimal dari peralatan tes yang teraedia di Indonesia.

Dengan 120 unit alat pemeriksa yang tersedia harusnya tes bisa dilakukan 30.000 per hari.

"Tapi nanti kami dan Ketua Gugus Tugas dan Menkes akan mempercepat menjadi 20.000 dan bergerak ke 30.000 tes per hari seperti menurut hitungan presiden," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas, Kamis (4/6).

Baca Juga: DKI Jakarta masuki masa transisi, ini protokol yang harus dipatuhi

Keterbatasan tenaga laboratorium menjadi kendala lambatnya pemeriksaan di Indonesia. Padahal pemeriksaan telah dilakukan di 148 laboratorium.

"Nanti akan dicarikan solusinya, termasuk pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada kelompok masyarakat, relawan, maupun juga para mahasiswa dan pelajar sekolah keperawatan," tambah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Mesin pemeriksaan berbasis Polymerase chain reaction (PCR) juga akan dilakukan peremajaan. Sebelumnya masih ada yang menggunakan mesin lama.

Doni berharap, pembaruan mesin dapat mempercepat hasil tes PCR Covid-19. Saat ini, di sejumlah daerah tes PCR Covid-19 bisa memakan waktu hingga 3 hari.

Baca Juga: Anies siapkan kebijakan rem darurat bila PSBB transisi tak berhasil menekan Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×