kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kuota Pertalite Menipis, Sri Mulyani Khawatir Anggaran Subsidi Makin Bengkak


Rabu, 10 Agustus 2022 / 17:42 WIB
Kuota Pertalite Menipis, Sri Mulyani Khawatir Anggaran Subsidi Makin Bengkak
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati khawatir anggaran subsidi semakin membengkak . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mencatat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite hingga Juli 2022 sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (KL). Artinya, kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini hanya tersisa 6,2 juta KL dari kuota tahun ini yang ditetapkan sebesar 23 juta KL.

Hal tersebut cukup mengkhawatirkan jika melihat kondisi saat ini. Akan tetapi, bila kuota ditambah, maka anggaran subsidi tahun ini bisa semakin membengkak. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama DPR memperkirakan hingga akhir tahun kuota BBM jenis pertalite bisa sampai 28 juta kilo liter.

Baca Juga: Realisasi Subsidi Energi hingga Juli 2022 Mencapai Rp 116,2 Triliun

“Artinya bakal ada tambahan subsidi di atas Rp 502 triliun yang sudah kita sampaikan. Belum harga minyaknya sendiri yang kita asumsikan di dalam APBN kan basisnya US$ 100 per barel. Kemarin  pernah sampai US$ 120 per barel, jadi itu juga akan menambahkan,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada awak media, Rabu (10/8).

Sri Mulyani nampaknya mulai khawatir jika subsidi makin bengkak lagi, lantaran harga dan volumenya terus bergerak. Sehingga ia berharap Pertamina bisa betul-betul mengendalikan volumenya.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga khawatir dengan harga minyak dunia yang masih di  atas asumsi pemerintah. Selain itu kurs rupiah juga yang makin melemah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi beban tersendiri.

Baca Juga: Ini Strategi Kemenkeu Cegah Anggaran Subsidi Membengkak

“Itu semuanya memberikan tekanan kepada APBN  kita di 2022 ini meskipun APBN-nya bagus surplus ya sampai dengan Juli 2022, tapi tagihannya ini nanti kalau volumenya tidak terkendali akan jadi lebih besar di semester 2,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×