Reporter: Adi Wikanto, Sabrina Rhamadanty | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menaikkan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Ini untuk mencegah kelangkaan BBM di SPBU non Pertamina yang terjadi pada tahun 2025.
Bersamaan dengan rencana tersebut, harga BBM di SPBU swasta turun mulai 1 Januari 2026. Simak lokasi SPBU Shell yang menjual Shell Super Januari 2026. Shell Super sempat mengalami kelangkaan pada tahun 2025 karena kuota impor habis.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut ada peluang penambahan kuota impor BBM untuk Badan Usaha (BU) pemilik SPBU swasta tahun 2026 ini. "Untuk 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan,” kata Yuliot ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Lebih lanjut, Yuliot bilang saat ini SPBU swasta telah mengajukan kuota impor mereka ke Direktorat Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM. "SPBU swasta sudah mengajukan kuota untuk 2026. Itu seharusnya itu sudah tahap penyelesaian di Dirjen migas," tambahnya.
Baca Juga: Pupuk Subdisi Disalurkan Sejak Awal Tahun 2026, Simak Cara Beli Pupuk Subsidi
Namun, Yuliot belum bisa menjabarkan terkait volume impor yang diajukan oleh SPBU swasta dan jumlah kuota yang diberikan oleh Kementerian ESDM.
“Kita akan lihat terlebih dulu. Ini berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas,” jelas dia.
Sebelumnya dalam catatan Kontan, Kementerian ESDM akan memutuskan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) 2026 untuk badan usaha pengelola SPBU swasta, seperti Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil melalui rapat dengan jajaran Direktorat Migas.
Setelah itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia akan memutuskan opsi mana yang diberlakukan dalam impor BBM oleh SPBU swasta pada 2026.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penambahan kuota impor sebesar 10% dari kuota impor pada 2025. “Itu (penambahan 10%) salah satu opsi,” ujar Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman.
Adapun kebijakan itu, kata Laode, sudah diterapkan pemerintah pada 2025, dengan menambah kuota impor sebesar 10% dari 2024.
Tonton: Iran Lumpuh, 21 Provinsi Shutdown saat Demo Besar Guncang Teheran
Harga BBM ShellTturun
Shell menurunkan harga semua jenis bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Januari 2026. Berikut lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell yang menyediakan BBM Shell Super.
Shell menurunkan harga BBM mulai 1 Januari 2026. Penurunan harga BBM Shell mulai dari Rp 300 per liter hingga lebih dari Rp 1.000 per liter. Berikut rincian harga BBM di SPBU Shell mulai 1 Januari 2026:
- Shell Super : turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power : turun dari Rp13.630 menjadi Rp 13.190 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power Diesel : turun dari Rp15.250 menjadi Rp 13.860 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power Nitro+ : turun dari Rp13.890 menjadi Rp 13.480 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat).
Baca Juga: 7.964 Orang Masing Mengungsi di Aceh Timur, 8.858 Hektare Lahan Pertanian Rusak
Penurunan harga BBM Shell terjadi bersamaan dengan kebijakan serupa PT Pertamina (Persero). Pertamina juga menurunkan harga BBM non-subsidi per 1 Januari 2026. Perubahan harga BBM Pertamax dan Pertamax series lainnya ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia, dengan beberapa jenis BBM mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Sedangkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih tetap. Harga Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini merupakan langkah rutin yang dilakukan Pertamina sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245 tahun 2022. Masyarakat dapat mengecek harga BBM terbaru melalui situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.
Berdasarkan pengumuman di laman resmi Pertamina.com, Rabu (31/12/2025), harga terbaru BBM di SPBU Pertamina adalah sebagai berikut untuk wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara:
- Pertamax (RON 92): turun dari Rp 12.750 menjadi Rp 12.350 per liter
- Pertamax Green (RON 95): turun dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.150 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): turun dari Rp 13.750 menjadi Rp 13.400 per liter
- Dexlite (CN 51): turun dari Rp 14.700 menjadi Rp13.500 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): turun dari Rp 15.000 menjadi Rp13.600 per liter
Pertamina menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap harga BBM nonsubsidi sesuai perkembangan ekonomi dan energi internasional, dengan tetap memastikan ketersediaan pasokan dan pelayanan di seluruh SPBU.
Tonton: Putin Sebut Rumahnya Dibombardir Drone Ukraina, Kyiv Membantah
Lokasi SPBU Shell
Berikut daftar SPBU Shell yang menyediakan BBM Shell Super di Jakarta:
Jakarta Barat
- SHELL ARJUNA UTARA-1
- SHELL DAAN MOGOT-1
- SHELL JORR-1
- SHELL KYAI TAPA-1
- SHELL LATUMETEN-2
- SHELL MERUYA UTARA-1
- SHELL PETA SELATAN-1
- SHELL POS PENGUMBEN-1
- SHELL PURI-1
- SHELL S PARMAN-1
- SHELL WEST JORR-2
- Jakarta Pusat
- SHELL GN SAHARI-1
- SHELL MENTENG-1
- SHELL SALEMBA-1
- SHELL SUPRAPTO-2
Jakarta Selatan
- SHELL ANTASARI-1
- SHELL ARTERI PI-1
- SHELL CIPUTAT RAYA-1
- SHELL CIPUTAT RAYA-2
- SHELL FATMAWATI-1
- SHELL GATOTSUBROTO-1
- SHELL KAHFI-1
- SHELL KEMANG RAYA-1
- SHELL LAPANGAN ROS-1
- SHELL LENTENG AGUNG-1
- SHELL MAMPANG-1
- SHELL PETUKANGAN-1
- SHELL RADIO DALAM-1
- SHELL SATRIO-1
- SHELL SOEPOMO-1
- SHELL TB SIMATUPANG-1
- SHELL TENDEAN-1
- SHELL TJ BARAT
Baca Juga: Puncak Libur Nataru, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100.000 Orang
Jakarta Timur
- SHELL BEKASI RAYA-1
- SHELL BASUKI RAHMAT-1
- SHELL JGC-1
- SHELL MT HARYONO-1
- SHELL PEMUDA-1
- SHELL RADEN INTEN
Jakarta Utara
- SHELL KELAPA GADING-1
- SHELL PIK-1
- SHELL PLUIT SELATAN-1
- SHELL PLUIT SELATAN-2
- SHELL SEMPER-1 JKT
- SHELL SUNTER UT-1
- SHELL YOS SUDARSO-1
.
Selanjutnya: Inspirasi 4 Resep Udang Spesial yang Selalu Jadi Favorit, Bikin Nambah Nasi
Menarik Dibaca: Inspirasi 4 Resep Udang Spesial yang Selalu Jadi Favorit, Bikin Nambah Nasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













