Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memastikan kuota Kredit Rakyat akan ditambah hingga Rp 400 triliun di tahun depan. Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 332 triliun.
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengatakan penambahan plafon kredit rakyat turut akan mengerek alokasi plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM.
Dengan tambahan ini menurutnya pembiayaan UMKM baik melalui KUR maupun non KUR secara nasional akan meningkat hingga Rp 1900 triliun hingga 2.000 triliun.
Baca Juga: Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi UMKM Desa, Bukan Sekedar Jualan
"Kemarin pembicaraannya (Kredit Rakyat) antara Rp 400 hingga Rp 500 triliun. Nah kalau sekarang total pembiayaan UMKM (KUR dan Non KUR) sekitar Rp 1.500 triliun, artinya 2027 kita targetkan Rp 1900 hingga Rp 2000 triliun," kata Maman di Kantornya, Jum'at (23/10/2026).
Lebih lanjut, Maman menegaskan bahwa penambahan palfon kredit rakyat sebesar Rp 400 triliun ini tidak akan menambah beban APBN.
Maman menjelaskan perluasan plafon kredit perbankan berbeda dengan anggaran pemerintah. Menurutnya, tambahan akses pembiayaan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh sumber pendanaan untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.
"Ini enggak ada anggaran, ini plafon kredit. Jadi, ini plafon alokasi kredit perbankan, jadi enggak ada hubungannya dengan APBN,” kata Maman.
Namun, Maman juga menjelaskan, apabila kuota KUR mengalami peningkatan, pemerintah perlu memperhitungkan penyesuaian subsidi bunga yang berpotensi memengaruhi kebutuhan anggaran negara. Namun, besaran penyesuaian tersebut masih menunggu keputusan mengenai kebijakan KUR tahun depan.
“Yang mungkin berpotensi ada APBN itu terkait KUR-nya. Nanti kalau plafonnya naik tentu akan ada penyesuaian subsidi bunga, berapa jumlahnya, tunggu tanggal mainnya,” ujar Maman.
Meski begitu, pemerintah masih perlu membahas besaran kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 2027. Maman menyebut, penentuan kuota KUR akan dibahas secara terpisah bersama komite pembiayaan UMKM sehingga belum ada angka final yang dapat disampaikan saat ini.
Ia memperkirakan pembahasan mengenai kuota KUR biasanya dilakukan menjelang akhir tahun, sekitar November hingga Desember.
Baca Juga: Suahasil Lantik Astera Primanto Bhakti Jadi Sekjen Kemenkeu, Ini Daftar Pejabat Baru
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat hingga Rp 400 triliun pada 2027. Program ini diproyeksikan menjangkau sekitar 28 juta keluarga, dengan prioritas petani, nelayan, pelaku usaha di pedesaan, hingga masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.
Prabowo bilang penyaluran kredit tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi dari tingkat bawah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
"Tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, insyaallah terwujud. Saya ingin menyalurkan 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan mereka yang berpenghasilan rendah," kata Prabowo dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, Kamis (22/10/2026).
Prabowo menjelaskan, target pembiayaan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 28 juta keluarga. Dengan asumsi setiap keluarga terdiri atas empat orang, jumlah penerima manfaat program ini berpotensi mencapai sekitar 100 juta orang.
"Ini nanti sasarannya adalah kurang lebih 28 juta keluarga. Kalau dengan istri dan anak, itu berarti dikali empat. Kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang," ujar Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














