kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.079   -1,00   -0,01%
  • IDX 5.447   58,84   1,09%
  • KOMPAS100 705   8,36   1,20%
  • LQ45 549   4,58   0,84%
  • ISSI 187   3,18   1,73%
  • IDX30 307   1,72   0,56%
  • IDXHIDIV20 404   4,19   1,05%
  • IDX80 81   0,85   1,06%
  • IDXV30 113   1,87   1,69%
  • IDXQ30 102   0,69   0,68%

Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi UMKM Desa, Bukan Sekedar Jualan


Jumat, 23 Oktober 2026 / 11:45 WIB
Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi UMKM Desa, Bukan Sekedar Jualan
ILUSTRASI. Pemantauan operasional Koperasi Desa Merah Putih (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa. Kopdes pun turut diarahkan untuk mendukung penyaluran barang bersubsidi dan memperluas akses pembiayaan berbunga rendah bagi pelaku usaha kecil.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Kopdes Merah Putih bukan sekadar tempat berjualan, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan dan subsidi kepada masyarakat.

“Koperasi itu bukan supermarket, bukan warung. Dia adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan, barang-barang subsidi termasuk bunga yang subsidi,” ujar Zulhas dalam pembukaan Agrinex di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Suahasil Lantik Astera Primanto Bhakti Jadi Sekjen Kemenkeu, Ini Daftar Pejabat Baru

Selain melalui Kopdes, pemerintah mendorong keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulhas menilai, keterlibatan pelaku usaha kecil sebagai pemasok dapat membuka pasar bagi UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan usaha di tingkat desa.

“Bahkan, setiap desa sekarang dibangun namanya Kopdes. Itu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di desa yang berbasis kepada UMKM. Begitu juga MBG, supplier-nya itu harus ada 15. Karena 15 itu artinya yang kecil-kecil, nah itu untuk menumbuhkan UMKM agar kelas menengah ini bertambah,” kata Zulhas usai acara.

Dari sisi pembiayaan, Zulhas menegaskan bunga pinjaman bagi UMKM tidak boleh terlalu tinggi agar pelaku usaha kecil dapat mengakses modal dengan lebih terjangkau. Ia mencontohkan bunga program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang sebelumnya mencapai 22%-24%, kini menjadi 8%. Sementara itu, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6%.

Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih dapat menjadi salah satu saluran untuk memperluas akses pelaku UMKM terhadap pembiayaan bersubsidi di tingkat desa.

Sebelumnya, pemerintah menyebut sebanyak 29.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung dibangun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.000 koperasi ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap sejak 15 Oktober 2026. Namun, Zulhas belum merinci jumlah KDKMP yang telah beroperasi hingga saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×